Senin, 03 Januari 2011

Wimax Sebagai Teknologi Jaringan Telekomunikasi

        WiMAX adalah suatu teknologi akses broadband wireless access (BWA) merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh dan memiliki teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standart IEEE 802.16. Keunggulan teknologi WiMAX dibandingkan teknologi yang sudah ada seperti Wi-Fi adalah kemampuan daya jangkau sinyalnya yang lebih luas daripada teknologi sebelumnya, WiMAX mampu menjangkau daerah sejauh 50 kilometer dengan kemampuan transfer datanya sampai dengan 70 Mbps (Megabits per second). 
Standardisasi WiMAX 

        WiMAX merupakan standar internasional tentang Broadband Wireless Access (BWA) yang mengacu pada standar IEEE (Insitute of Electrical and Electronics Engineering) 802.16. Kemudian standar ini dikembangkan lebih lanjut oleh forum gabungan antar perusahaan-perusahaan dunia terkait (produsen produk wireless, chip, operator wireless) atau yang disebut dengan WiMAX forum. Permasalahan dasar yang  menjadi isu utama pada WiMAX forum ini adalah sertifikasi dari kemampuan interoperability kemampuan perangkat-perangkat BWA yang akan diproduksi. Kemampuan ini diharapkan membawa standar WiMAX menembus pasar komersial untuk bersaing dengan produk-produk broadband lainnya. Secara teknis standar WiMAX memang dirancang memiliki kelebihan khusus dibanding dengan produk-produk BWA yang telah ada. Secara sederhana perkembangan standar 802.16 dapat diuraikan sebagai berikut :
a.    802.16
Standar ini mengatur pemanfaatan di band frekuensi 10–66GHz. Aplikasi yang mampu didukung baru sebatas dalam kondisi Line of Sight (LOS).
b.   802.16a
Menggunakan frekuensi 2–11GHz, dapat digunakan untuk lingkungan Non Line of Sight. Standar ini difinalisasi pada Januari 2003. Terdapat 3 spesifikasi pada physical layer di dalam 802.16a, yaitu :
-     Wireless MAN-SC: menggunakan format modulasi single carrier.
-     Wireless MAN-OFDM : menggunakan orthogonal frequency division multiplexing (OFDM) dengan 256 point Fast Fourier Transform (FFT).
-     Wireless MAN-OFDMA : menggunakan orthogonal frequency division multiple access (OFDMA) dengan 2048 point FFT.
c.    802.16d
Merupakan standar yang berbasis 802.16 dan 802.16a dengan beberapa perbaikan. 802.16d, juga dikenal sebagai 802.16-2004. Frekuensi yang digunakan sampai 11 GHz. Standar ini telah difinalisasi pada 24 Juni 2004. Terdapat dua opsi dalam tranmisi pada 802.16d yaitu TDD (Time Division Duplex) maupun FDD (Frequency Division Duplex).
d.   802.16e
Standar ini memenuhi kapabilitas untuk aplikasi portability dan mobility. Standar ini telah difinalisasi di akhir tahun 2005. Berbeda dengan standar sebelumnya, maka antara standar 802.16d dan 802.16e tidak bisa dilakukan interoperabilitysehingga diperlukan hardware tambahan bila akan mengoperasikan 802.16e.

Spektrum Frekuensi WiMAX
Dari rentang spektrum frekuensi 2-6 GHz yang distandarkan oleh IEEE untuk BWA, WiMAX Forum mengembangkan spektrum frekuensi untuk WiMAX seperti ditunjukkan pada Tabel di bawah ini. Terdapat dua kategori spektrum yang diusulkan yaitu frekuensi berlisensi dan frekuensi bebas lisensi.                                
 
Tiap negara memiliki regulasi yang berbeda-beda dalam penentuan alokasi frekuensi WiMAX namun karena WiMAX mendukung scalable bandwidth, regulasi yang ada tidak menjadipenghalang untuk implementasi WiMAX. Kondisi alokasi pita frekuensi di Indonesia untuk FWA (Fixed Wireless Access) masih tumpang tindih dengan peruntukan komunikasi nirkabel lainnya seperti untuk komunikasi selular, microwave link dan sistem komunikasi satelit.

a.     Frekuensi Berlisensi
Frekuensi berlisensi yang dikembangkan untuk WiMAX pada tahap awal berada pada 2,5 GHz (2,500 – 2,600 GHz dan 2,700 – 2,900 GHz) dan 3,5 GHz (3,400 – 3,600 GHz). Khusus di Amerika Serikat, frekuensi 2,5 GHz telah digunakan untuk layanan MMDS dan belum dikembangkan untuk WiMAX sedangkan frekuensi 3,5 GHz pada banyak negara berstatussecondary karena bentrok dengan spektrum frekuensi untuk komunikasi satelit ExtendedC-band (3,400 – 3,700 GHz). Pengembangan tahap berikutnya direncanakan pada spektrum frekuensi 2,305 – 2,320 GHz, 2,345 – 2,360 GHz dan 3,300 – 3,400 GHz.
b.    Frekuensi Bebas Lisensi
Untuk frekuensi bebas lisensi, pada tahap awal dikembangkan spektrum 5,8 GHz, yaitu pada band frekuensi 5,725 – 5,850 GHz. Band ini merupakan bagian atas (upper) dari U-NII/ISIM. Sedangkan pengembangan berikutnya direncanakan menggunakan band frekuensi yang juga digunakan untuk WiFi standar 802.11 b/g GHz dan standar 802.11a di 5,8 GHz.                         
Jenis Perangkat Akses WiMAX

Berdasarkan mekanisme aksesnya, pada sistem WiMAX didefinisikan beberapa pengertian yaitu fixed access, nomadic access, portability, simple mobility dan full mobility. Pada tabel berikut akan diperlihatkan jenis perangkat tersebut dikaitkan dengan standar 802.16.
Menurut pengertian dari WiMAX forum, fixed dan nomadic access mempunyai prinsip berhubungan antara BS dan SS yang sama. Aliran trafik terjadi pada kondisi diam, tidak memiliki mekanisme handoff antar sel atau sector. Perangkatnomadic masih dikenali oleh BS apabila berpindah sel atau sektor, tetapi trafik harus dibangun kembali. Pada sistem portable, mekanisme handoff sudah bisa dilakukan tanpa interrupt service walaupun masih sangat terbatas dan sangat pelan (walking speed). Simple mobility hanya dapat melaksanakan aliran trafik pada kondisi bergerak lambat untuk aplikasi non-real time. Sedangkan pada full mobility, data session (trafik) sudah bisa dilakukan pada kecepatan bergerak yang tinggi untuk semua aplikasi.
Struktur Layer
Karakteristik standar 802.16 ditentukan oleh spesifikasi teknis dari Physical Layer (PHY) dan Medium Access Control (MAC). Perbedaan karakteristik kedua layer ini akan membedakan varian-variannya. Physical Layermenjalankan fungsi mengalirkan data di level fisik. MAC Layer berfungsi sebagai penerjemah protokol – protokol yang ada di atasnya seperti ATM dan IP. MAC Layer dibagi menjadi tiga sub-layer yaitu : Service-Specific Convergence Sublayer (SS-CS), MAC Common Part Sublayer dan Security Sublayer.

  PHY Layer

Fungsi penting yang diatur PHY ialah OFDM, Duplex System, Adaptive Modulation Variable Error Correction dan Adaptive Antenna System (AAS). Dengan teknologi OFDM memungkinkan komunikasi berlangsung dalam kondisi multipath LOS dan NLOS antara Base Station (BS) dan Subscriber Station (SS). Metode OFDM yang digunakan ialah FFT 256. Fitur PHY untuk sistem duplex pada standar WiMAX diterapkan pada Frequency Division Duplexing (FDD) dan TDD atau keduanya. Penggunaan kanalnya dari 1.7 MHz sampai dengan 20 MHz.

 MAC Layer
MAC Control didesain untuk aplikasi PMP. Digunakan 2 jalur data berkecepatan tinggi untuk komunikasi dua arah antara BS dan SS, masing masing disebut Up Link untuk ke BS dan Down Link untuk dari BS. Secara umum Down Link ditransmisikan secara broadcast dari BS dan semua SS menerima sinyal DL tersebut tanpa koordinasi langsung antar SS yang ada. Pada penggunaan sistem TDD, ditentukan periode transmit untuk Down Link dan Up Link. MAC layer mempunyai karakteristik connection-oriented dan setiap sambungan diidentifikasi oleh 16-bit connection identifiers (CID). CID digunakan untuk membedakan kanal Up Link dan lainnya. Setiap SS memiliki MAC Address dengan lebar standar 48-bit.

IKonfigurasi dan Topologi Jaringan WiMAX
Secara umum, sistem WiMAX tidak berbeda jauh dengan WLAN. Sistem WiMAX terdiri dari Base Station (BS), Subscriber Station (SS) dan server di belakang BS seperti Network Management System (NMS) serta koneksi ke jaringan.

 Konfigurasi
Secara umum konfigurasi WiMAX dibagi menjadi 3 bagian yaitu SS, BS dan transport site. Untuk SS terletak di lingkungan pelanggan sedangkan BS biasanya satu lokasi dengan jaringan operator (PSTN/Internet). Berikut ini akan disajikan gambar konfigurasi jaringan WiMAX tersebut.


 Konfigurasi Jaringan WiMAX
Interface (I/F) dari SS ke BS menggunakan OFDM / Air Interface, dari BS – Gateway dan Gateway - Internet menggunakan 10/100 Base T atau E1 dan dari Gateway – PSTN menggunakan E1. Base Station (BS) merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan internet protocol. Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 600, 900 atau 1200 tergantung dari area yang akan dilayani. Remote Stations atau CPE terdiri dari Outdor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
 
  Topologi Jaringan
Topologi jaringan WiMAX dapat dibagi menjadi 2 kategori besar yaitu Point to Multipoint (PMP) dan Point to Point (P2P) serta dapat dikembangkan dalam bentuk mesh. Topologi PMP biasanya digunakan untuk melayani akses langsung ke pelanggan. Dalam topologi ini BS WiMAX digunakan meng-handlebeberapa SS. Kemampuan dari jumlah subscriber tergantung dari tipe QoS yang ditawarkan oleh operator. Bila tiap SS mendapatkan bandwidth yang cukup besar maka dapat disimpulkan bahwa kapasitas jumlah user juga akan semakin berkurang dan sebaliknya bila bandwidth yang dialokasikan semakin sedikit maka kapasitasnya akan semakin besar. Topologi P2P dapat digunakan untuk backhaul maupun dapat juga digunakan untuk komunikasi antara BS WiMAX dengan single SS. Dalam implementasi di lapangan, topologi PMP ini lebih banyak digunakan karena lebih efisien dibandingkan dengan P2P. Dengan kedua topologi di atas, WiMAX dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai topologi seperti mesh maupun gabungan atas integrasi antara point to point dan point to multipoint.
Elemen/Perangkat WiMAX
            Elemen/perangkat WiMAX secara umum terdiri dari Base Station (BS) dan  Subscriber Station (SS) di sisi pelanggan, Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, akabel dan aksesoris lainnya.
Base Station (BS) Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
·         NPU (networking processing unit card)
·         AU (access unit card) up to 6 +1
·         PIU (power interface unit) 1+1
·         AVU (air ventilation unit)
·         PSU (power supply unit) 3+1
Antena digunakan pada BS, dan dapat menggunakan sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Sedangkan Subscriber Station (SS) atau Customer Premises Equipment (CPE) terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.

Perkembangan Teknologi Wireless

Perkembangan teknologi telekomunikasi telah berjalan sangat pesat, hal ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat pesat di dunia, disebabkan oleh semakin meningkatkanya dan berkembangnya kebutuhan komunikasi dan transfer data secara cepat, tepat, mudah dan mobile. Salah satu teknologi penyebaran informasi yang cepat dan mudah sekarang ini adalah melalui akses internet. Akses internet dapat dilakukan melalui media kabel maupun nirkabel (tanpa kabel). Salah satu akses internet melalui media nirkabel ialah dengan memanfaatkan penggunaan teknologi wireless internet access.
Wireless internet access merupakan koneksi internet yang menggunakan frekuensi radio dan bekerja pada kecepatan tinggi yaitu 11–54 Mbps, jauh lebih cepat daripada layanan internet melalui telepon (kabel) yang hanya kecepatan maksimum 56 Kbps (milik telkom). Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya sangat murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa, sehingga pemakai hanya digunakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider (ISP) saja.
Paket layanan Wireless Broadband adalah salah satu dari beberapa layanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan akses Internet dengan total koneksi tak terbatas. Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan untuk dapat menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP).

Teknologi WiMAX

            WiMAX atau yang dikenal dengan Worldwide Interoperability for Microwave Access adalah suatu teknologi akses Broadband Wireless Access (BWA) merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh dan memiliki teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standart IEEE 802.16. Keunggulan teknologi WiMAX dibandingkan teknologi yang sudah ada seperti Wi-Fi adalah kemampuan daya jangkau sinyalnya yang lebih luas daripada teknologi sebelumnya. Memang pada dasarnya penggunaan teknologi WiFi sudah mencukupi kebutuhan akses internet dengan baik apabila dibandingkan dengan akses internet menggunakan dial-up (kabel), akan tetapi dengan adanya kebutuhan akses internet yang semakin luas, maka WiFi memiliki beberapa kekurangan sekarang ini, seperti area coveragenya tidak terlalu luas (hanya kisaran meter saja), sementara WiMAX mampu menjangkau daerah sejauh 50 kilometer dengan kemampuan transfer datanya sampai dengan 70 Mbps (Megabits per second).
Teknologi WiMAX memungkinkan kita memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan, tanpa harus cemas bahwa aneka sinyal tersebut akan saling mengganggu/berinterferensi. Dengan demikian, kita bias menumpangkan lalu lintas data dengan kepadatan tinggi dalam berbagai kanal tersebut. Dengan banyaknya kanal yang bisa ditumpangi oleh data yang berlimpah dalam satu waktu, ISP atau penyedia layanan broadband bisa menghadirkan layanan berbasis kabel atau DSL untuk banyak pelanggan sebagai ganti media kabel tembaga.
            WiMAX merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperability antara perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan point to multipoint (PMP) maupun point to point (PTP). Dengan kemampuan data hingga10 MBPS/user.
            Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari system Wi-Fi, sehingga keterbatasan Wi-Fi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi seluler seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi system yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman sata yang lebih tinggi.

Keuntungan WiMAX
Ada beberapa keuntungan dengan adanya WiMAX, jika dibandiungkan dengan WiFi antara lain sebagai berikut :
1.    Para produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan, dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen perangkat wireless untuk membuat BWA-nya. Para produsen perangkat wireless tidak perlu mengembangkan solusi end-to-end bagi penggunanya, karena sudah tersedia standar yang jelas.
2.    Operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WIMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan dengan kompatibilitas yang lebih tinggi.
3.    Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas.
4.    Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11. Standar IEEE 802.16 digabungkan dengan ETSI HiperMAN, maka dapat melayani pangsa pasar yang lebih luas.
5.    Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, WiMAX sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wireless MAN. Kemampuan untuk menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh dan akan menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau oleh teknologi kabel dan digital subscriber line (DSL).
6.    Dapat melayani para subscriber, baik yang berada pada posisi line of sight (LOS) maupun yang memungkinkan untuk tidak line of sight (NLOS).
            WiMAX memang dirancang untuk melayani baik para pengguna yang memakai antenna tetap  (fixed wireless) maupun untuk yang sering berpindah-pindah tempat (nomadic). WiMAX tidak hanya hanya dapat melayani para pengguna dengan antenna tetap saja misalnya pada gedung-gedung diperkantoran, rumah tinggal, toko-toko dan sebagainya. Bagi para pengguna antenna indoor, notebook, PDA, PC yang sering berpindah tempat dan banyak lagi perangkat mobile lainnya memang telah kompatibel dengan dengan standar-standar yang dimilik WiMAX.
            Perangkat WiMAX juga mempunyai ukuran kanal yang bersifat fleksibel, sehingga sebuah BTS dapat melayani lebih banyak pengguna dengan range spektrum frekuensi yang berbeda-beda. Dengan ukuran kanal spektrum yang dapat bervariasi ini, sebuah perangkat BTS dapat lebih fleksibel dalam melayani pengguna. Range spektrum teknologi WiMAX termasuk lebar, dengan didukung dengan pengaturan kanal yang fleksibel, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range operasi dari BTS. Fasilitas quality of service (QOS) juga diberikan oleh teknologi WiMAX ini. Sistem kerja media access control pada data link layer yang connection oriented memungkinkan digunakan untuk komunikasi video dan suara. Pemilik internet service provider (ISP) juga dapat membuat berbagai macam produk yang dapat dijual dengan memanfaatkan fasilitas ini, seperti membedakan kualitas servis antara pengguna rumahan dengan pengguna tingkat perusahaan, membuat bandwidth yang bervariasi, fasilitas tambahan dan masih banyak lagi.

Berbagai Aplikasi WiMAX
            WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih enarik. Disamping kecepatan data yang tinggi yang mampu diberikan, WiMAX juga membawa open standard. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary).
            Dalam perkembangannya WiMAX nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi market yang fixed saja tapi market yang bersifat portabel bahkan yang mobile juga merupakan sasaran dari WiMAX. Dengan kecepatan data yang tinggi (sampai 70 MBps) maka WiMAX layak diaplikasikan untuk last milebroadband connections, backhaul dan high speed enterprise.
                        Dibandingkan dengan teknologi wireless lainnya, WiMAX merupakan salah satu teknologi yang baru. Bahkan pengujian perangkat dari beberapa vendor untuk mendapat sertifikat ”WiMAX” baru dimulai sekitar bulan Juli 2005. Untuk standar WiMAX mobile (IEEE 802.16e) baru disahkan sekitar pertengahan tahun 2006. Posisi WiMAX dikaitkan dengan teknologi wireless lain 
     Aplikasi Backhaul
            Untuk aplikasi backhaul, WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain.
a.  Backhaul WiMAX
     Aplikasi ini mirip dengan fungsi BTS sebagai repeater dalam sistem selular. Tujuannya untuk memperluas jangkauan dari WiMAX. Gambar berikut memberikan ilustrasi dimana BTS1 WiMAX dipakai untuk koneksi langsung ke Jaringan IP dan BTS1 dapat disambung ke jaringan yang bersifat TDM seperti sentral telepon biasa. BTS2 digunakan sebagai titik yang menghubungkan pelanggan WiMAX ke BTS1 WiMAX. Dengan konfigurasi ini perlu direncanakan agar tidak terjadi interferensi antara BTS1 dan BTS2.
b.  Backhaul Hotspot
Sebagian besar jaringan hotspot banyak menggunakan saluran ADSL sebagai backhaul-nya. Dengan keterbatasan jaringan kabel, maka WiMAX juga bisa dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot. Di Lokasi Hotspot W-Fi, disamping terdapat Akses point wireless LAN, juga terdapat CPE WiMAX. CPE WiMAX langsung dihubungkan ke Akses Point baru terminal /pelanggan hotspot tersambung via Akses Point ke jaringan internet.
Akses Broadband
            WiMAX dapat digunakan sebagai ”last mile” untuk melayani kebutuhan broadband bagi pelanggan. Dari pelanggan perumahan maupun bisnis dapat dipenuhi oleh teknologi ini. Untuk personal broadband, WiMAX melayani pasar yang besifat nomadic, dimana tingkat perpindahan dari pengguna kecepatan yang rendah.
Personal Broadband
            WiMAX sebagai penyedia layanan personal broadband, dapat dibedakan menjadi 2 pangsa pasar yaitu yang bersifat nomadic dan mobile. Penjelasan lebih lanjut mengenai kedua hal tersebut adalah sebagai berikut :
a.  Nomadic
Untuk solusi nomadic, di mana tingkat perpindahan pengguna WiMAX tidak sering dan kalaupun berpindah dengan kecepatan yang rendah. Gambar berikut menunjukkan teknologi WiMAX untuk aplikasi personal broadband yang bersifat nomadic.
 
b.  Mobile
     Pada aplikasi mobile, user WiMAX layaknya menggunakan terminal WiFi seperti notebook, PDA atau smartphone. Perpindahan/tingkat mobilitasnya sama dengan WiFi. Gambar berikut akan mengilustrasikan teknologi WiMAX untuk aplikasi mobile. Pemanfaatan mobile WiMAX ini layaknya seperti memanfaatkan jaringan WiFi. Dengan adanya redundant jaringan tersebut, maka pelanggan akan semakin dimudahkan, pelanggan dapat memilih WiMAX broadband (untuk jaringan WiMAX) atau wireless Hotspot (untuk jaringan WiFi/Wireless LAN).
Peluang Penerapan Teknologi WiMAX di Indonesia
Dengan adanya paparan perkembangan teknologi WiMAX diatas dengan berbagai keunggulannya, maka Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang di dunia juga ikut mengembangkan teknologi Broadband Wireless Access (BWA) terbaru ini, guna mencukupi kebutuhan akan akses internet sebagai sarana telekomunikasi dan transfer data untuk keperluan masyarakat, pemerintah, dan bisnis. Beberapa alasan penerapan teknologi WiMAX di Indonesia antara lain :
a.       Sebagian besar penduduk Indonesia berada di Pedesaan (Rural) – 62.806 desa di 17.504 pulau
b.      Keterbatasan jumlah dan daerah cakupan infrastruktur telekomunikasi indonesia.
c.       Ketersediaan internet akses yang belum merata.
d.      Mahalnya pemasangan infrastruktur komunikasi.
e.       Kebutuhan akses broadband yg tinggi di pasar Internasional dan Nasional.
Perjalanan panjang regulasi mengenai WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang dimulai sejak April 2006 saat ini telah ditandatangani oleh  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, melalui keputusan Menkominfo dan dua Peraturan Menkominfo.  Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, panjangnya proses penetapan regulasi ini, semata karena kompleksitas pengaturan Wimax.
Gatot menyatakan, bagi Depkominfo penataan pita frekuensi memiliki nilai strategis untuk  mengatur penggunaan spektrum frekuensi radio agar lebih efisien dan optimal. Pada lingkup yang lebih luas akan memberikan pilihan-pilihan untuk merapatkan ketertinggalan teledensitas TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), sekaligus upaya menyebar ratakan layanan ini dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dua Peraturan Menkominfo yang ditandatangani   berisikan ketentuan persiapan seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched atau WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) pada pita frekuensi radio 2,3 GHz.
Dua Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) mengatur pertama, penataan dan penggunaan frekuensi radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband). Permenkominfo ini menetapkan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband ) Pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz.
Permenkominfo juga mengatur penetapan Pita Frekuensi Radio Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (wireless broadband) pada Pita Frekuensi Radio 3.3 GHz dan Migrasi Pengguna Frekuensi Radio Eksisting untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel dari Pita Frekuensi Radio 3.4 - 3.6 GHz Ke Pita Frekuensi Radio 3.3 GHz ungkap Gatot.
Sementara pada dua Keputusan Menkominfo, mengatur dua hal  yaitu : pertama tentang Peluang Usaha Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched dengan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (wireless broadband).Sementara keputusan kedua berisi tentang Penetapan Blok Pita Frekuensi Radio Pada Pita Frekuensi Radio 3.3 GHz Untuk Pengguna Pita Frekuensi Radio Eksisting Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel.
Dengan demikian beberapa peluang yang dapat diharapkan pada penerapan teknologi WiMAX di Indonesia antara lain :
a.    Meningkatkan nilai kompetitif bisnis.
b.    Meningkatkan perkembangan perusahaan IT.
c.    Mendorong implementasi e-goverment dan e-commerce.
d.   Mendorong implementasi tele-working, tele-conferencing, tele-education, dan tele-medicine.
e.    Mendorong implementasi untuk kegiatan hiburan (games, buku, musik, darama, video) dan promosi wisata (objek wisata, hotel, restoran).
f.     Pemerataan akses data (lebih cepat, mudah, dan murah)
g.    Membuka peluang bisnis layanan dan konten baru.
Namun, bukan berarti proses penerapan teknologi WiMax di Indonesia akan berjalan tanpa hambatan, beberapa hambatan yang mungkin muncul antara lain :
a.       Berhubungan dengan masalah kebijakan dan kepastian regulasi pemerintah untuk regulasi nirkabel.
b.      Berhubungan dengan teknologi, ketika teknologi WiMAX telah masuk ke Indonesia, maka terjadi ketidakseimbangan antara perkembangan teknologi WiMAX dengan infrastruktur teknologi yang sudah ada dan pemahaman teknologi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.  
c.       Membutuhkan selang waktu beberapa lama untuk memberikan pembelajaran dan penyesuaian kepada masyarakat, hingga WiMAX benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat dengan baik.
d.      Terbatasnya produksi perangkat WiMax sehingga menyebabkan harganya masih sangat mahal.
e.       Di samping itu, perangkat-perangkat berteknologi WiMAX yang sekarang sudah ada di pasaran juga belum melewati proses sertifikasi dari WiMAX Forum sehingga belum terjamin keandalannya.